Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA "CHANNEL BERITA6" Inspirasi Rakyat Membangun -Setiap wartawan Channel Berita6 di lengkapi dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan nama nya tercantum dalam BOX redaksi,Kami menerima Pengaduan dan Informasi yang dari Anda hubungi nomor 081219115689 Terima kasih- marquee width="500">

Iklan

Ketum IWO Indonesia Hentikan Demo Solidaritas di Unsika Karawang

Monday, February 23, 2026 | February 23, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-23T11:41:39Z


Karawang, – Ketua Umum (Ketum) IWO Indonesia, Dr. Icang Rahardian SH,MH, memutuskan menghentikan aksi demonstrasi yang digelar oleh seluruh anggota IWOI DPD Karawang di depan kampus Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika).

Demo ini merupakan bentuk solidaritas terhadap isu atas pengusiran wartawan serta ungkapan Humas Unsika yang mengeluarkan kata yang tidak pantas di serukan. " sia ges ngadahar duit di Unsika Goblok"(kalian sudah makan uang dari UNSIKA goblok), ungkap  Syuhada dalam orasinya dalam bahasa sunda.

Aksi ini juga mendapat  dukungan dan  partisipasi puluhan wartawan berasal dari Cikarang serta organisasi sejawat seperti AMKI pimpinan Endang Nupo dan IWO di bawah pimpinan Joen SH.

Dalam arahan singkatnya, Icang menekankan bahwa Unsika adalah lembaga pendidikan yang sudah biasa dengan aksi mahasiswa. "Aksi demo ini tidak usah dilanjutkan,Ini kampus tempat mendidik mahasiswa yang terbiasa demo seperti ini," ujarnya.

Ia menginstruksikan kepada anggota untuk menunggu jadwal ulang, dengan rencana mengerahkan personel yang lebih banyak.
"Tetap semangat! Saya dukung penuh asal tidak melanggar aturan dan undang-undang," tambahnya, disambut sorak anggota.

Aksi berlangsung aman dan terkendali berkat pengawalan puluhan personel Polres Karawang. Tidak ada insiden kerusuhan tercatat. Namun, pihak kampus Unsika belum bersedia menerima rombongan pendemo, sehingga aksi pun diakhiri secara damai.

Langkah Ketum IWOI ini menuai beragam respons.di satu sisi, menunjukkan kedisiplinan organisasi.di sisi lain, menimbulkan pertanyaan apakah penundaan ini optimal untuk memperjuangkan isu solidaritas tersebut.

Penulis : Adnan Siregar

×
Berita Terbaru Update