Namun hingga beberapa jam menunggu, pejabat terkait belum memberikan keterangan resmi. Kabag Kesra disebut sedang mengikuti rapat dan belum dapat ditemui.
Salah satu Pemimpin Redaksi menyayangkan sikap tertutup tersebut karena kedatangan media dilakukan sebagai upaya konfirmasi agar informasi yang beredar tetap berimbang dan tidak menimbulkan spekulasi liar di masyarakat.
Polemik ini mencuat setelah muncul dugaan adanya dana publikasi yang disebut dititipkan kepada oknum wartawan. Tuduhan tersebut sebelumnya telah dibantah oleh pihak yang namanya disebut.
Ketua IWO Indonesia DPD Karawang, Syuhada Wisastra, menegaskan pejabat publik seharusnya terbuka terhadap konfirmasi media. Ia juga mengingatkan agar nama wartawan tidak digunakan untuk kepentingan administrasi maupun pencairan anggaran.
Menurutnya, jika terdapat dokumen pertanggungjawaban, bukti penerimaan, atau aliran dana, hal tersebut sebaiknya disampaikan secara transparan kepada publik sesuai prinsip akuntabilitas.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Kesra Setda Karawang belum memberikan klarifikasi resmi meski upaya konfirmasi telah dilakukan secara langsung maupun melalui pesan komunikasi.
Penulis : Adnan Siregar
