-->

Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA "CHANNEL BERITA6" Inspirasi Rakyat Membangun -Setiap wartawan Channel Berita6 di lengkapi dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan nama nya tercantum dalam BOX redaksi,Kami menerima Pengaduan dan Informasi yang dari Anda hubungi nomor 081219115689 Terima kasih- marquee width="500">

Iklan

Pemerintah Percepat Revitalisasi 71 Ribu Sekolah, Dana Langsung ke Kepala Sekolah untuk Cegah Korupsi

Sunday, May 17, 2026 | May 17, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-05-17T11:12:22Z



Dudung Abbdurachman Kepala Staff Kepresidenan


Jakarta — Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menegaskan pemerintah memastikan dana revitalisasi sekolah digunakan secara tepat sasaran dengan sistem penyaluran langsung kepada kepala sekolah penerima bantuan.


Hal itu disampaikan Dudung saat meninjau pelaksanaan revitalisasi di SMP Muhammadiyah 16 Jakarta, Selasa (12/5/2026). Ia menyebut hingga tahun 2025 sebanyak 16.167 sekolah telah direvitalisasi dengan total anggaran mencapai Rp1,2 miliar.


Menurutnya, program revitalisasi dilaksanakan melalui sistem swakelola, sehingga proses pembangunan dikerjakan langsung oleh tenaga dari lingkungan sekolah. Skema tersebut dinilai dapat meminimalisasi praktik markup maupun penyimpangan anggaran.


“Swakelola dikerjakan oleh tim sekolah sendiri sehingga tidak ada markup dan korupsi. Pemerintah benar-benar ingin membangun sekolah yang layak bagi siswa,” ujar Dudung.
Ia juga mengungkapkan, pemerintah menargetkan pembangunan dan revitalisasi sebanyak 71.000 sekolah pada tahun 2026. Saat ini, sekitar 11.000 sekolah telah memiliki kesiapan anggaran, sementara sisanya direncanakan melalui Anggaran Biaya Tambahan (ABT).


Dudung menjelaskan, sistem swakelola juga memberi kesempatan kepada masyarakat sekitar untuk terlibat dalam proses pembangunan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing daerah.


Untuk memastikan transparansi penggunaan anggaran, pemerintah melakukan pengawasan dan audit berkala. Pengawasan tersebut melibatkan kementerian terkait, yayasan sekolah, hingga BPKP.


Ia menegaskan pengawasan dilakukan langsung di lapangan guna memastikan tidak ada hambatan birokrasi serta siswa dapat menikmati fasilitas belajar yang aman dan layak.
Menurut Dudung, Presiden Prabowo Subianto menginginkan seluruh anak Indonesia memperoleh ruang belajar yang aman, nyaman, dan mampu mendukung persaingan di masa depan.

Penulis : Adnan Siregar - (detik.com) 



×
Berita Terbaru Update