Karawang – Praktik jual beli bahan bakar minyak (BBM) solar secara ilegal yang akrab disebut "kencingan" semakin merajalela di sepanjang jalan interchange Tol Kalihurip, tepatnya di depan kantor UPT Dinas Bina Marga Wilayah III Cikampek.
Aktivitas ini diduga melibatkan pengumpulan solar dari supir truk yang melintas dan berlangsung dari pagi hingga menjelang tengah malam.
Pantauan tim Metro Channel di lokasi sempat menangkap dua unit truk ban 10 sedang melakukan transaksi ilegal di sebuah warung. Solar disedot dari tangki truk ke dalam 3-4 kaleng bekas cat berkapasitas 25 kg, lalu dikumpulkan ke dalam kemasan fuel (kemfu) dengan muatan hingga 1.000 liter.
Pegawai UPTDBM Cikampek dan Warga setempat yang enggan disebut namanya, mengungkapkan praktik ini telah berlangsung sekitar dua bulan."Kencingan ini sudah rutin, Setelah kemfu penuh, baru dibawa keluar dari kios. Dugaan kami, solar ini dijual ke industri atau pengusaha alat berat seperti beko. Pengangkutan biasanya setiap 2-3 hari sekali," ujar seorang warga.
Aktivitas serupa juga marak di dekat pintu tol Kalihurip. "Bukan di sini saja, Pak. Di sekitar pintu tol juga banyak yang berjejer seperti ini," tambahnya.
Praktik ini dikhawatirkan memicu penimbunan solar yang berujung kelangkaan BBM di pasaran.
Meski belum ada konfirmasi resmi dari pihak berwenang, warga mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat.
Hingga berita ini diturunkan, pihak APH setempat belum memberikan tanggapan terkait laporan ini.dan di harapkan Pihak berwenang agar segera melakukan razia dan pengawasan ketat untuk mencegah penjualan solar ilegal yang merugikan negara dan masyarakat luas.
*Red

