Cikampek, – Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di salah satu PAUD di RT 002/12, Desa Dawuan Barat, Kecamatan Cikampek, Kabupaten Karawang, menuai kecaman keras dari orang tua murid dan aktivis.
Porsi yang disajikan dinilai jauh di bawah standar harga Rp15.000 per porsi yang ditetapkan pemerintah, hanya berupa satu bungkus roti, sebungkus kurma isi lima butir, dan selembar keju tipis berukuran 5x5 cm total harga senilai sekitar Rp5.000.
Orang tua murid yang mengantar anaknya ke PAUD tersebut menyuarakan kekecewaan. "Sungguh mengenaskan! Pemerintah kasih Rp15.000, tapi yang sampai ke anak cuma Rp5.000," teriak salah satu ibu rumah tangga. Bahkan, ada yang menyarankan, "Lebih baik uangnya langsung diberikan ke kami, biar anak-anak bisa makan daging dan ikan setiap hari."pinta orang tua
Aktivis pemantau kebijakan pemerintah, yang enggan disebut namanya, menyebut program MBG lebih mirip alat untuk meraup keuntungan dari pada upaya perbaikan gizi anak. "Satu porsi untung Rp10.000. Kalau satu dapur produksi 3.000 porsi, berapa puluhan juta sehari? Ini bukan maling, tapi rampok uang negara dari pajak rakyat," tegasnya.
Respons Pengelola PAUD dan Pemerintah Belum Terkoordinasi,hingga berita ini diturunkan, pihak PAUD RT 002/12 ,juga belum memberikan konfirmasi resmi terkait keluhan tersebut. Kepala PAUD diminta tanggapannya, tapi belum bisa dihubungi.
Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang menyatakan akan menyelidiki laporan ini. "Kami patuhi standar Permendikbud No. 28 Tahun 2021 tentang MBG, yang mewajibkan menu bergizi seimbang dengan anggaran maksimal Rp15.000 per porsi. Jika ada indikasi penyimpangan, tim pengawas akan turun langsung," ujar Kepala Bidang PAUD Dinas Pendik Karawang, via telepon, Rabu (25/2/2026).
Program MBG, yang digulirkan Kementerian Pendidikan sejak 2023, bertujuan memenuhi 20-30% kebutuhan gizi harian anak usia dini dari keluarga tidak mampu.
Para orang tua berharap penyelidikan segera dilakukan agar dana APBN benar-benar bermanfaat bagi anak-anak. "Kami dukung programnya, asal transparan dan layak," tambah seorang ayah murid.
