-->

Notification

×

Iklan

SELAMAT DATANG DI MEDIA "CHANNEL BERITA6" Inspirasi Rakyat Membangun -Setiap wartawan Channel Berita6 di lengkapi dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) dan nama nya tercantum dalam BOX redaksi,Kami menerima Pengaduan dan Informasi yang dari Anda hubungi nomor 081219115689 Terima kasih- marquee width="500">

Iklan

Karawang Memanas! IWOI Siap Kepung Unsika Jika Tak Ada Itikad Baik

Thursday, February 26, 2026 | February 26, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-26T18:39:02Z

Foto : Ketua DPD IWOI Karawang (Syuhada)Ketum IWOI (Icang Rahardian SH.MH), Sekjen IWOI

Karawang — Suasana di Lapak Kopi malam ini jauh dari sekedar ajang silaturahmi. Di balik pertemuan santai itu, Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWOI) justru mematangkan langkah yang berpotensi mengguncang. 


Ketua IWOI DPD Kabupaten Karawang, Syuhada Wisastra, menegaskan organisasi telah 100 persen siap menggelar aksi solidaritas di Universitas Singaperbangsa Karawang (Unsika) pada Jumat besok.


“Pergerakan yang saya lakukan tetap di bawah kendali Ketua Umum. Keputusan final menunggu instruksi beliau,” tegas Syuhada saat membuka rapat, Kamis (26/2/2026).


Syuhada mengungkapkan, sejak siang hari aparat kepolisian melalui jajaran intel telah mendatangi kantor IWOI untuk memantau situasi. Sejumlah tokoh juga disebut aktif menghubungi. Namun ia memilih menahan diri.

“Saya hanya menerima dan menyampaikan. Saya tidak bisa memutuskan apa pun,” ujarnya.


Instruksi Ketum: Aksi Dikunci, Logistik Diguyur

Arahan lebih keras datang dari Ketua Umum IWO Indonesia, NR. Icang Rahardian. Ia memastikan seluruh perangkat aksi telah dikunci. Peserta dari berbagai daerah diklaim mulai berdatangan ke Karawang, bahkan dua hotel telah disiapkan sebagai basis koordinasi.


Keputusan kunci yang diumumkan:


• Titik kumpul dipindah ke depan Pemda Karawang

• Aksi utama di depan Unsika mulai pukul 16.00 WIB

• Logistik disiapkan 200–500 nasi box

• Sound system dan panggung dibayar lunas

• Dua artis dan perangkat musik tradisional disiapkan

“Kegiatan solidaritas ini tidak minta bantuan sepeser pun dari siapa pun,” tegas Icang.


Nada Mengeras: Dari Tuntutan Maaf ke Isu Dugaan Penyimpangan


Awalnya, tuntutan yang disuarakan masih tergolong sederhana: pengakuan kesalahan dan permintaan maaf dari pihak Unsika. Namun tensi rapat berubah ketika respons kampus dinilai belum memadai.


“Kalau sampai kita tongkrongin dan mereka masih tidak ngeh, saya sudah komunikasi dengan Pak Menteri. Persoalan ini akan saya bikin lebih ramai lagi,” ujar Icang.


Pernyataan paling menyita perhatian muncul saat ia mengklaim pihaknya mengantongi dugaan penyimpangan uang dalam jumlah besar yang belum dibuka ke publik.


“Ada hal yang lebih bahaya lagi yang kita punya. Ada penyimpangan uang besar yang hari ini belum kita bedah,” katanya.

Jika benar diungkap, pernyataan ini berpotensi menjadi bom politik baru di Karawang.


Skenario Panjang: Massa Siap Bertahan Hingga Subuh

IWOI juga menyiapkan opsi eskalasi. Bila tidak ada respons hingga tenggat yang disebut, massa siap bertahan semalaman.


“Kalau besok jam 12 tidak ada pergerakan dari Unsika, jam 4 kita dudukin sampai subuh,” tegas Icang.


Ia menambahkan, logistik buka puasa hingga sahur telah diamankan dari empat rumah makan di Karawang, indikasi aksi disiapkan untuk berlangsung panjang.


Aparat Sudah Monitor

Fakta bahwa jajaran intel Polres dan Polsek telah turun memantau menunjukkan aksi ini masuk radar pengamanan. Dengan potensi massa lintas daerah dan lokasi di jalur utama depan kampus, lalu lintas Karawang besok diperkirakan terdampak.


Bola Panas di Tangan Unsika

Kini sorotan publik tertuju pada sikap Unsika. Jika permintaan maaf disampaikan sebelum tenggat, tensi kemungkinan mereda. Namun jika tidak, IWOI memberi sinyal kuat akan:

• Menggelar aksi besar

• Bertahan hingga sahur

• Membuka dugaan penyimpangan yang mereka klaim miliki


Perkembangan besok berpotensi menjadi ujian komunikasi krisis bagi pihak kampus, sekaligus pertaruhan reputasi bagi semua pihak yang terlibat.


Publik Karawang menunggu: berakhir damai, atau justru meledak menjadi polemik yang lebih besar?

Penulis: Adnan Siregar

×
Berita Terbaru Update