![]() |
| Foto: ilustrasi jaringan peredaran Sabu melarikan diri |
Labuhanbatu (Sumut) — Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) angkat bicara terkait seorang pria berinisial Gitok, yang disebut-sebut sebagai bagian dari jaringan peredaran sabu di wilayah Panai Hulu, bikin geger warga beberapa hari lalu. Pasalnya, meski sudah diborgol saat hendak diamankan aparat Polsek Panai Tengah, pelaku justru nekad melarikan diri. Hingga kini, keberadaannya diduga masih berkeliaran bebas. Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera.Minggu ,(15/2/2026).
Peristiwa tersebut terjadi Minggu, (8/2/2/2026) sekira pukul 18.00 wib.
"Setelah memperoleh dan mengamankan barang bukti, maka SARJONO Alias JONO dan GITOK dilakukan pemborgolan dengan cara digandeng kedua tangan pelaku, dan ketika akan dibawa ke Mobil tiba-tiba GITOK berusaha melarikan diri, sehingga dilakukan pengejaran. GITOK berhasil melarikan diri (borgol dlm kondisi terputus) dan personel tetap melakukan pengejaran terhadap GITOK namun sampai dengan saat ini belum berhasil di tangkap.
Peristiwa ini langsung memicu amarah publik dan tanda tanya besar soal kelalaian prosedur pengamanan.
“Ini bukan cuma kecolongan biasa. Pelaku sudah diborgol tapi bisa kabur, apalagi borgol bisa putus. Kami khawatir dia balik lagi beraksi,” ujar salah satu warga Panai Hulu dengan nada geram.
"Masyarakat disini sudah resah akan aktivitas dia, kami takut anak-anak kami terjerumus narkoba kalau dia masih bebas. Karena dia tangan kanan bandar besar" Ucap seorang warga yang tidak mau disebukan identitasnya.
Warga menilai kejadian ini mencoreng komitmen penegakan hukum dalam pemberantasan narkoba di daerah Panai Hulu Labuhanbatu yang selama ini disebut-sebut sebagai salah satu titik rawan peredaran sabu.
Ketua Gerakan Anti Narkotika Nasional (GANN) Labuhanbatu, Agus Kusdarwanto meminta Kapolres Labuhanbatu,
AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si. kiranya turun tangan langsung, mengevaluasi kinerja jajaran di lapangan, sekaligus memburu pelaku hingga tertangkap.
“Jangan sampai pelaku yang sudah hampir diamankan melarikan diri dengan borgol terputus justru bebas berkeliaran dan menantang hukum,” tegas warga yang enggan disebut namanya.
"Kami sangat menyayangkan kejadian seperti ini terjadi di bawah wilkum Polres Labuhanbatu. Pihak Polsek harus segera ambil tindakan cepat sebelum ini berpotensi memancing kemarahan masyarakat yang akan merembet dugaan ketidakseriusan APH dalam memberantas narkoba di wilayah hukumnya. GANN meminta Kapolres baru berikan atensi terkait kasus ini, jgn sampai merusak citra institusi kepolisian di Labuhanbatu." Tegasnya.(AA.Tim).
