Data Kementerian Perhubungan mencatat dampak tersebut meliputi penerbangan yang dibatalkan, ditunda hingga dialihkan rutenya. Sebanyak 1.397 penerbangan dengan 177.579 penumpang terdampak akibat penutupan bandara, sementara 922 penerbangan lainnya dengan 92.758 penumpang mengalami penyesuaian rute.
Sedikitnya tujuh bandara masih ditutup sementara, termasuk Bandara Soekarno-Hatta, Radin Inten II Lampung, Halim Perdanakusuma, Budiarto, Pondok Cabe, Muhammad Taufiq Kiemas, serta Husein Sastranegara Bandung.
Penutupan dilakukan sebagai langkah keselamatan karena abu vulkanik berbahaya bagi mesin dan sistem pesawat. Otoritas penerbangan terus memantau pergerakan abu sebelum menentukan pembukaan kembali bandara.
Pemerintah juga menyiapkan enam bandara alternatif untuk mendukung pengalihan penerbangan dan mengurangi penumpukan penumpang di bandara terdampak.
Kementerian Perhubungan meminta masyarakat terus memantau informasi resmi maskapai dan bandara karena kondisi penerbangan masih dapat berubah mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik.
Sumber: Kementerian Perhubungan, BMKG, Reuters.
