Karawang – Forum Koordinasi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (FKP DAS) Kabupaten Karawang menargetkan pelaksanaan program penanaman satu juta pohon di seluruh wilayah Kabupaten Karawang pada Oktober hingga Desember 2026. Program tersebut merupakan bagian dari upaya rehabilitasi lahan di luar kawasan hutan yang didukung oleh Kementerian Kehutanan dan Kementerian Lingkungan Hidup.
Ketua FKP DAS Kabupaten Karawang, Asep Sudrajat, mengatakan Karawang tidak memiliki kawasan hutan, sehingga pelaksanaan program difokuskan pada lahan di luar kawasan hutan, seperti sempadan sungai, lahan desa, hingga pekarangan rumah warga yang masih memungkinkan untuk ditanami pohon.
"Target penanaman kami berada di sempadan sungai serta lahan-lahan di desa. Bahkan masyarakat yang memiliki lahan kosong di depan maupun belakang rumah dapat menanam satu hingga dua pohon," ujar Asep.
Menurutnya, FKP DAS telah meminta para kepala desa untuk melakukan pendataan kebutuhan bibit pohon di wilayah masing-masing. Data tersebut nantinya akan dijadikan dasar dalam penyediaan bibit sesuai kebutuhan masyarakat.
Jenis pohon yang akan ditanam diprioritaskan merupakan tanaman yang memiliki nilai manfaat ekonomi sekaligus memberikan manfaat ekologis, seperti kelapa, nangka, mangga,rambutan dan berbagai jenis pohon produktif lainnya.
Asep menjelaskan, keberadaan pohon memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Selain menghasilkan oksigen melalui daun yang menghijau, akar pohon juga berfungsi meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, menjaga cadangan air tanah, serta membantu mengurangi risiko erosi.
Ia menilai kondisi lingkungan di Karawang saat ini memerlukan perhatian serius karena berkurangnya ruang hijau akibat pesatnya pembangunan kawasan permukiman dan industri.
"Karawang saat ini menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya suhu. Banyak pohon yang berkurang karena pembangunan perumahan maupun kawasan industri. Di sisi lain, aktivitas industri yang berlangsung setiap hari juga menghasilkan emisi, sehingga keberadaan pohon menjadi sangat penting sebagai salah satu upaya menjaga kualitas lingkungan," jelasnya.
Lebih lanjut, Asep menegaskan program tersebut mengusung konsep "tanam, rawat, bukan tanam tinggal." Oleh karena itu, FKP DAS telah membentuk koordinator hingga tingkat kecamatan dan desa untuk mengawal serta memastikan pohon yang ditanam dapat tumbuh dan terpelihara.
Dalam pelaksanaannya nanti, FKP DAS juga akan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari pemerintah desa, pemangku kepentingan, komunitas, hingga dunia pendidikan.
Menurutnya, pelibatan pelajar, khususnya siswa sekolah dasar, menjadi bagian penting untuk menanamkan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan sejak usia dini.
Salah satu lokasi yang menjadi prioritas penanaman berada di sempadan Kali Citarum Timur di wilayah Cikampek Utara. Kawasan tersebut memiliki sempadan sungai yang cukup luas dan dinilai potensial untuk dihijaukan.
Asep menjelaskan, setelah pembangunan jalan penghubung dari Ciselang( Cikampek Utara)menuju Sumur Bandung(Dawuan Timur) selesai, kawasan sempadan sungai di sepanjang jalur sungai Citarum Timur tersebut direncanakan menjadi lokasi penanaman pohon.
Menurutnya, apabila program tersebut berjalan sesuai rencana, kawasan tersebut tidak hanya menjadi lebih hijau dan asri, tetapi juga berpotensi dikembangkan sebagai ruang pengelolaan sampah berbasis lingkungan serta destinasi wisata sungai masyarakat Cikampek Utara.
FKP DAS Kabupaten Karawang juga memberikan apresiasi terhadap inisiatif masyarakat Cikampek Utara yang aktif menggagas berbagai program pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Di akhir keterangannya, Asep mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian alam demi keberlangsungan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan menjaga alam. Mari bersama-sama menyukseskan program penanaman sejuta pohon agar lingkungan tetap lestari dan dapat dinikmati oleh anak cucu kita di masa depan," pungkasnya.
Penulis : Adnan Siregar
