Karawang – Warga Perumahan Griya Arista Cilamaya di Cilamaya sudah di ujung tanduk. Hampir dua tahun menempati rumah impian, mereka kini "dijebak" janji palsu developer yang lebih sibuk lahap penjualan unit baru daripada perbaiki jalan lingkungan yang sudah seperti medan perang.
Kemarahan memuncak saat truk material berat bolak-balik menghajar jalan berlubang, sementara rumah baru terus ditebar. Paguyuban warga menuding pengembang abai K3 (Keamanan, Kesehatan, Keselamatan) dan prioritaskan untung semata."Harusnya jalan diutamakan.
Rumah dibangun terus, jalan dibiarkan busuk. Ditanya cuma basa-basi, nol aksi!" geram salah satu pengurus paguyuban kepada media, Rabu (28/1/26).
Musim hujan bikin kondisi makin mencekam. Satu-satunya akses penuh genangan dan lubang raksasa ancam nyawa warga, terutama anak-anak dan lansia.
Di grup WhatsApp, sindiran pedas meledak, "Harus ada korban jiwa dulu baru diperbaiki?"
Developer bilang jalan baru dibangun setelah SEMUA unit habis terjual. Alasan ini cacat total!Beban Kendaraan Berat: Truk material hantam jalan rusak terus-menerus, bikin tambah parah.
Pelanggaran UU: UU No. 1/2011 tentang Perumahan wajibkan developer bangun PSU (prasarana, sarana, utilitas) layak sebelum hunian dihuni.
Warga menilai rugi harga rumah mereka anjlok, investasi warga hangus.Paguyuban desak mediasi darurat. "Kami butuh aksi, bukan janji kosong!" Jika diabaikan, warga ancam gugat hukum atau demo besar-besaran.
Hingga kini, developer bungkam. Solusi konkret? Nol besar.
Penulis : Adnan Siregar

