Labuhanbatu (Sumut) - Peredaran narkotika jenis sabu di wilayah Panai Hulu kembali jadi sorotan tajam publik. Meski berulang kali digembar-gemborkan penindakan. Warga menduga pengedar hingga pemakai masih leluasa berkeliaran tanpa rasa takut tersentuh hukum.
Diungkap salah satu warga yang enggan disebut identitasnya, hal itu kerap dilakukan persis dibelakang Perumahan Ajamu Permai di Dusun III Desa Cinta Makmur Kecamatan Panai Hulu Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Selasa, (17/2/2026) sekira pukul 14.00 wib.
Aktivitas transaksi diduga masih kerap terjadi di beberapa titik yang selama ini dikenal rawan, salah satunya persis tidak jauh dari lokasi Perumahan Ajamu Permai Dusun III Cinta Makmur Pasar Batu Panai Hulu,
Adol diduga sebagai pengedar sabu yang terang-terangan menjajakan sabu di lokasi tersebut.
“Sudah jadi rahasia umum. Tapi kok seperti dibiarkan? Jangan-jangan hanya pelaku kecil dan penikmat yang ditangkap, bandarnya tetap aman,” ujar seorang warga dengan nada geram.
Kondisi ini memicu kekecewaan publik. Warga menilai, perang terhadap narkoba di Panai Hulu terkesan setengah hati. Operasi penertiban dinilai hanya sesekali muncul, tanpa dampak signifikan terhadap jaringan utama peredaran sabu. Alhasil, perputaran bisnis haram itu diduga terus berjalan mulus, sementara generasi muda menjadi korban paling nyata.
Warga yang enggan disebutkan namanya, mengatakan
" Si adol itu pengedar sabu disini, transaksinya tidak jauh dari perumahan Ajamu Permai, dia anggota si udin sedangkan si udin anggota Kojek bandar besar di Panai Hulu ".
Tokoh masyarakat setempat mendesak Polsek Panai Tengah dan Polres Labuhanbatu agar tidak sekadar menggelar operasi seremonial. Mereka meminta langkah tegas, terukur, dan berkelanjutan untuk membongkar jaringan di balik maraknya peredaran sabu.
“Kalau hanya kejar pemakai, masalah tidak akan selesai. Bongkar bandarnya, putus alurnya,” tegas seorang tokoh pemuda.
Masyarakat juga mendorong aparat khususnya pihak Kepolisian Polsek Panai Tengah untuk berani membuka fakta di lapangan, menindak tanpa pandang bulu, serta menutup celah-celah kebocoran informasi yang kerap membuat penggerebekan berujung nihil.
Warga berharap, penegakan hukum tak lagi tumpul ke atas dan tajam ke bawah.
Kini publik menunggu pembuktian. Akankah aparat benar-benar serius memberantas sabu di Panai Hulu, atau peredaran narkoba akan terus “hidup nyaman” di tengah sorotan warga yang kian muak? (AA.Tim).
